Langsung ke konten utama

Puisi - Mahasiswa

Mahasiswa
 Yay… aku lulus di univ itu!
Nggak nyangka bisa lulus!
Eh iya aku juga loh
Makasih Tuhan, mah, pah, ka, bang, dik, kankawan, sayang eh
Oya kalian gimana?!
Lulus juga, sesuai jurusan
Lulus sih tapi nggak sesuai jurusan
Iya lulus tapi nggak sesuai univ
Wahai kalian yang lulus, bersyukurlah! Masih ada kawanmu yang harus mati-matian ujian lagi biar bisa jadi mahasiswa kaya kalian

Suatu waktu, akhirnya ospek.
Semua sibuk beli peralatan ospek.
Panitia sibuk susun rencana pembantaian eh bukan itu maksudnya rundown acara
Para maba dan panitia saling perkenalan diri
Tukar nomor HP sama akun sosmed hihiw
Ada yang PDKT-an juga fiwiwiuuit

Pagi buta, siang bolong, sore ngantuk status berubah, ngampus dulu coy!
Para kawanan Maba saling sambar, aku juga ngampus coy!
Datang status lagi, datang cepat dosen telat masuk
Cie yang nunggu
Update lagi, nggak masuk pula
Cie yang rajin
Langsung di kasih tiket tugas
Makin semangat kuliah
Bersambung dengan…
Aduh telat, gimana nih?
Ah tenang, baru sekali
Udah berapa kali aku ya nggak masuk?
Yang penting, masih ada jatah nggak masuk
Lupa lagi tugasnya ketinggalan
Fase moment mulai UGD

Akan berubah dengan bodo amat ah
Telat, nggak boleh masuk, bodo amat!
Yang penting nilai aman, meski tiket telah habis! Hahaha

Episode terkesima
Udah semester tujuh aja
Seperti banyak monster dan jurang-jurang dadakan bermunculan
Terngiang-ngiang penanya semester berapa, sebentar lagi dong, judulnya apa, bimbingan, sempro, revisi, skripsi!
Padahal semua akan wisuda pada waktunya



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandiri dalam Berseni

“Kami ingin membuktikan bahwa seniman itu mandiri,   membangun dengan keringat dan uang sendiri seperti dengan pertunjukan serta kreativitas” – Marhalim Zaini (Pendiri Rumah Kreatif Suku Seni Riau / RK-SSR) Beratap daun nipah dan beralaskan kayu menjadi ciri khas Sanggar Rumah Kreatif Suku Seni Riau (RK-SSR) ala rumah kampung dalam berkreatifitas sehari-hari. Pepohonan nan rindang menjadikan udara alami tetap terjaga serta semakin menambah kesejukan serta kenyamanan tempat itu. “Di Riau jarang ada sanggar atau komunitas yang bertahan lama dan memiliki tempat khusus untuk berkreativitas, banyak yang menempati fasilitas pemerintah seperti di Taman Budaya dan Lapangan Paripurna MTQ,” ucap Marhalim. Terdapat dua hal yang melatarbelakangi RK-SSR, 1) kemandirian – lepas dari tangan pemerintah atau tidak dibawah otoritas dari sebuah lembaga apapun. 2), menghimpun pekerja seni di Riau terutama yang memiliki visi serta motivasi yang sama, untuk berkarya yang sama dalam...

Kolaborasi antara Digital dan Kertas

Mengutip peribahasa kuno “ Verba volant scripta manen ” yang mengandung arti apa yang terkatakan akan segera lenyap, apa yang tertulis akan menjadi abadi. Jika dikaji lebih lanjut, maka hal tersebut berkaitan - alangkah baiknya apa yang terbilang untuk segera dituliskan agar tak lenyap. Maka hal itu akan berkaitan dengan si penampung goresan yaitu kertas. Kertas adalah benda yang berbentuk lembaran, dibuat dari bubur kayu yang biasa ditulisi atau untuk pembungkus. Tanpa kertas dunia ini nothing . Banyak fungsi dari kertas yang bisa didapatkan. Pertama , segi pengetahuan yang didapat dari kumpulan lembaran kertas bernama buku. Ia bisa menjadi guru dan juga guru yang tak pernah marah. Perkembangan teknologi menjadikan buku mudah dicari dan didapat. Bagaimana tidak, kini buku hadir dalam genggaman smartphone canggih. Pemilik smartphone hanya tinggal pilih dan unduh aplikasi e-book yang berfarian. Semua itu tinggal bagaimana kita memanfaatkan teknologi. Hal tersebut...

Berbeda Bukan untuk Dikasiani

Duduk di kursi hitam di antara para pemateri, wanita berkacamata yang juga mengenakan hijab biru dengan baju bermotif bunga dan celana serta sepatu hitamnya sekilas tampak tidak ada yang berbeda dengan dirinya. Ia berkesempatan menyampaikan keluh kesahnya yang terjadi di lapangan pada acara diskusi publik memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16HAKTP) yang digelar oleh Koalisi Anti Diskriminasi (Kasai) Riau pada Sabtu, (1/12) di Aula Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, Jl. Adi Sucipto. Acara berlangsung pukul 09.00 WIB - 12.00 WIB. Bertema "Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Berikan Demokratik Rakyat". "Acara diskusi publik ini sebagai rangkaian 16HAKTP, yang jatuh pada 25 November, mendukung pemilu anti diskriminasi, yang mana catatan tahun ke tahun berdasarkan Komnas HAM dalam satu hari ada 3 perempuan dari 10 yang menjadi korban kekerasan. Nah, di Pekanbaru dari 100 kasus yang di tangani tahun ini 75% adalah perempuan d...